Nama : Graciela Sudirgo
Nim : 20190101476
Potensi berasal dari bahasa Inggris to potent yang artinya keras, atau kuat. Istilah lain potensi dapat disebut kemampuan, kekuatan, kesanggupan, atau daya, baik sudah terwujud atau belum terwujud, tetapi belum optimal.
Manusia diciptakan oleh Tuhan Yang Maha Esa sebagai makhluk paling sempurna di antara makhluk makhluk ciptaan Tuhan lainnya. Manusia dianugerahi cipta, rasa, dan karsa. Ketiga hal tersebut yang disebut potensi dasar.
Dengan daya cipta, manusia mampu menciptakan sesuatu yang bermanfaat bagi kehidupan diri sendiri atau dimanfaatkan oleh orang lain. Melalui perasaan, manusia mampu merasakan atau membedakan mana yang baik atau mana yang buruk. sedangkan dengan karsa, manusia mempunyai kemauan untuk melakukan sesuatu atau tidak melakukan sesuatu.
Potensi sendiri menyangkut kemampuan dasar inteligensi, logika, dan sikap kerja. Walaupun demikian, tidak ada manusia sempurna yang memiliki kelebihan dalam segala hal dibandingkan orang lain. Disinilah kita dapat memahami bagaimana kedudukan manusia sebagai makhluk sosial, yaitu makhluk yang tidak mungkin memenuhi segala kebutuhan hidupnya tanpa bantuan atau pertolongan orang lain.
Potensi Berfikir
Manusia memiliki potensi berfikir. Sering kali Allah menyuruh manusia untuk berfikir, maka berfikir. Logikanya orang hanya disuruh berfikir karena ia memiliki potensi berfikir. Maka dapat dikatakan bahwa setiap manusia memiliki potensi untuk belajar informasi-informasi baru, menghubungkan berbagai informasi, serta menghasilkan pemikiran baru.
Potensi Emosi
Potensi yang lain ialah potensi dalam bidang afeksi/emosi. Setiap manusia memiliki potensi cita rasa, yang dengannya manusia dapat memahami orang lain, memahami suara alam, ingin mencintai dan dicintai, memperhatikan dan diperhatikan, menghargai dan dihargai, cenderung kepada keindahan.
3. Potensi Fisik
Potensi Fisik (Psychomotoric) adalah potensi fisik manusia yang dapat diberdayakan sesuai fungsinya untuk berbagai kepentingan dalam rangka pemenuhan kebutuhan hidup. Misalnya mata untuk melihat, kaki untuk berjalan, telinga untuk mendengar dan lain-lain.
Potensi Sosial
Potensi Sosial Emosional (Emotional Quotient) adalah potensi kecerdasan yang ada pada otak manusia (terutama otak sebelah kanan). Fungsinya antara lain untuk mengendalikan amarah, bertanggungjawab, motivasi dan kesadaran diri.
Potensi Mental Intelektual (Intellectual Quotient)
Potensi Mental Intelektual (Intellectual Quotient) adalah potensi kecerdasan yang ada pada otak manusia (terutama otak sebelah kiri). Fungsi potensi tersebut adalah untuk merencanakan sesuatu, menghitung dan menganalisis.
Potensi Mental Spiritual (Spiritual Quotient)
Potensi Mental Spiritual (Spiritual Quotient) adalah potensi kecerdasan yang bertumpu pada bagian dalam diri manusia yang berhubungan dengan jiwa sadar atau kearifan di luar ego. Secara umum Spiritual Quotient merupakan kecerdasan yang berhubungan dengan keimanan dan akhlak mulia.
Potensi Daya Juang (Adversity Quotient)
Potensi Daya Juang (Adversity Quotient) adalah potensi kecerdasan manusia yang bertumpu pada bagian dalam diri manusia yang berhubungan dengan keuletan, ketangguhan dan daya juang tinggi. Melalui potensi ini, seseorang mampu mengubah rintangan dan tantangan menjadi peluang.
Ciri-Ciri Potensi Diri
- Suka belajar dan mau melihat kekurangan dirinya.
- Memiliki sikap yang luwes.
- Berani melakukan perubahan secara total untuk perbaikan.
- Tidak mau menyalahkan orang lain maupun keadaan.
- Memiliki sikap yang tulus bukan kelicikan.
- Memiliki rasa tanggung jawab.
- Menerima kiritik saran dari luar.
- Berjiwa optimis dan tidak mudah putus asa.
Dari beberapa pemahaman diatas mengenai potensi dan ciri-cirinya, saya akan memberikan beberapa contoh potensi diri yang terdapat dalam diri saya.
Potensi positif diri saat ini yang dapat saya kembangkan
- Optimis
- Fisik yang cukup kuat dan sehat
- Kemandirian
- Keahlian dalam IPTEK
- Dapat belajar secara otodidak
- Cepat menanggapi sesuatu yang menggangu dan akan menjadi masalah
- Gemar Olahraga
Potensi Negatif diri saat ini yang dapat saya rasakan dan belum dapat berkembang
- Ceroboh
- Minder / Kurang percaya diri
- Kurang memiliki perhitungan yang teliti
- Kurang menerima masukan atau saran dari orang lain
- Kurang menghargai seseorang (terkadang), dan masih banyak lainnya
- Pendendam
Pada dasarnya setiap manusia memiliki potensi diri masing-masing. Namun yang menjadi masalah kita tidak mengetahui potensi diri kita sendiri. Potensi diri berperan besar dalam menentukan kesuksesan hidup apabila kita mengetahui dan mengasahnya.
Bagaimana cara kita untuk mengasahnya ?
Bidang apa saja yang kita senangi.
Sesuatu yang penuh gairah dan semangat kita lakukan. Tanpa harus diminta atau disuruh. Anda akan melakukannya secara sukarela tanpa dibayar, bahkan anda mau mengeluarkan uang untuk apa yang anda lakukan atau dapat disebut dengan hobi.
Bertanya kepada orang terdekat.
Orang yang paling tahu diri anda adalah orang terdekat. Bisa orang tua, kakak-adik, saudara, keluarga, atau teman. Merekalah yang tahu tentang diri anda dari kecil sampai dewasa. Jadi mereka tahu apa potensi diri anda. Terkadang kita tidak menyadari potensi yang kita miliki, perlu orang lain untuk membantu menyadarkan, karena orang lain yang dapat menilai diri kita, bukan diri kita sendiri yang menilai.
Mencoba hal-hal baru.
Begitu banyak yang bisa kita lakukan. Wawasan, pergaulan dan keberanian yang terbataslah yang menghambat kita untuk melakukannya. Kita bisa mencoba hal-hal baru yang belum pernah kita lakukan. Tentu saja kita juga harus mengetahui batas jangan sampai terlewat dari batas yang seharusnya. Dengan mencoba banyak hal, mungkin kita akan menemukan potensi diri yang selama ini tersembunyi.
Banyak membaca, melihat dan merasakan.
Dengan begitu akan banyak informasi dan pengetahuan yang bertambah. Bacaan dan tontonan yang kita sukai itu bisa jadi adalah sebuah potensi.
Kenali diri sendiri
Cobalah bertanya-tanya kepada diri sendiri seperti: apa yang membuat anda bahagia; apa yang anda inginkan dalam hidup ini; apa kelebihan dan kekuatan anda; dan apa saja kelemahan anda. Kemudian jawablah pertanyaan ini secara jujur dan objektif. Mintalah bantuan keluarga atau sahabat untuk menilai kelemahan dan kekuatan anda.
Mengembangkan Potensi Diri
Bagaimana cara mengembangkan potensi diri kita setelah mengetahui dan mengasahnya ?
ada beberapa cara untuk mengetahui, menilai atau mengukur dengan akurat berbagai kelebihan dan kelemahannya sebagai berikut:
Introspeksi Diri “Pengukuran Individual”
Dalam cara ini, individu meluangkan waktu untuk mengevaluasi apa yang telah dilakukannya, apa yang telah ia capai dan apa yang ia miliki sebagai suatu kelebihan yang dapat mendukung dan apa yang ia miliki sebagai suatu kekurangan yang menghambat tercapainya prestasi tinggi. Cara ini efektif bila individu bersikap jujur, terbuka pada dirinya sendiri, mau dengan sungguh-sungguh memperhatikan kata hati.
Dalam acara ini seseorang meminta masukan berupa informasi atau data penilaian tentang dirinya dari orang lain. Masukan berupa umpan balik “feedback” ini meliputi segala sesuatu tentang sikap dan perlikau seseorang yang tampak, dipersepsi oleh orang lain yang bertemu, berinteraksi dengannya. Cara lain bertujuan untuk membantu seseorang memperbaiki.
Tes Psikologi yang mengukur potensi psikologis individu dapat memberi gambaran kekuatan dan kelemahan individu pada berbagai aspek psikologis seperti kecerdasan atau kemampuan intelektual “kemampuan analisa, logika berpikir, berpikir kreatif, berpikir numerikal”, potensi kerja “vitalitas, sumber energi kerja, motivasi, ketahanan terhadap stress kerja”, kemampuan sosiabilitas “stabilitas emsoi, kepekaan perasaan, kemampuan membina relasi sosial” dan potensi kepemimpinan tingkah laku.
Contoh Potensi Diri
disini saya akan memberikan salah satu contoh potensi yang ada dalam diri saya. saya adalah salah satu wanita yang suka dengan olahraga. Dapat saya rasakan jika saya memiliki stamina tubuh yang cukup kuat untuk olahraga. Olahraga yang saya gemari adalah Futsal. Mungkin agak sedikit aneh ya melihat wanita bermain Futsal, tetapi itu adalah suatu hal yang cukup menyenangkan untuk saya. Untuk mengembangkan Potensi dan Bakat saya, biasanya saya melakukan latihan bersama teman-teman saya. Dan hasilnya saya sering mendapatkan juara dalam pertandingan antar sekolah, walaupun tidak seperti pemain-pemain ternama, tetapi saya senang bisa mengembangkan bakat dan potensi saya dalam berolahraga.
selain berolahraga saya juga suka belajar secara otodidak. salah satu contoh nya, selama masa pandemi ini, kita tidak bisa keluar rumah, berpegian, hanya dirumah saja, lalu saya mencoba mempelajari masak-masakan yang mudah. ternyata saya bisa melakukannya dengan mudah. sudah beberapa menu makanan yang saya buat, saya tertarik untuk mencoba menjualnya agar mencapatkan tambahan uang. tetapi sayangnya itu belum berjalan, saya akan mencoba untuk mengembangkannya lagi agar dapat berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan.